Please use this identifier to cite or link to this item: https://repository.uksw.edu//handle/123456789/22226
Title: Produktivitas dan Efisiensi Alokatif Usahatani Jagung di Desa Kuala Kecamatan Tigabinanga Kabupaten Karo
Authors: Sebayang, Rizky Bastanta
Keywords: jagung;efisiensi;produktivitas
Issue Date: 2021
Abstract: Pengalokasian input produksi yang tepat sasaran akan memberikan keuntungan bagi petani. Petani membudidayakan jagung dengan pengalokasian input produksi yang berbeda-beda. Pemahaman yang salah mengenai asumsi bahwa semakin banyak input produksi yang dialokasikan semakin tinggi produktivitas tanaman yang diusahakan menjadi penyebab semakin tingginya biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani sehingga menyebabkan terjadinya inefisiensi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh penggunaan luas lahan, benih, pupuk, pestisida, dan tenaga kerja terhadap tingkat produktivitas usahatani jagung dan menganalisis tingkat efisiensi penggunaan faktor produksi pada usahatani jagung di Desa Kuala Kecamatan Tigabinanga Kabupaten Karo. Data primer penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara dengan 30 petani jagung sebagai responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis dengan model fungsi produksi Cobb-Douglas dan analisis efisiensi alokatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan dan tenaga kerja berpengaruh nyata positif terhadap produktivitas jagung, sedangkan benih, pupuk, dan pestisida tidak berpengaruh nyata terhadap produktivitas jagung. Pada usahatani jagung di Desa Kuala input produksi pestisida belum efisien secara alokatif, sedangkan input produksi luas lahan, benih, pupuk, dan tenaga kerja tidak efisien secara alokatif.
The right allocation of production inputs will provide benefits for farmers. Farmers cultivate corn with different allocation of production inputs. The wrong understanding of the assumption that the more production inputs are allocated, the higher the productivity of the crops cultivated is the cause of the higher production costs incurred by farmers, causing inefficiency. The purpose of this study was to analyze the effect of the use of land area, seeds, fertilizers, pesticides, and labor on the productivity level of corn farming and to analyze the efficiency level of using production factors in corn farming in Kuala Village, Tigabinanga District, Karo Regency. The primary data of this study were collected through interviews with 30 corn farmers as respondents who were selected through purposive sampling technique. The data were analyzed using theproduction function model Cobb-Douglas and allocative efficiency analysis. The results showed that land area and labor had a significant positive effect on maize productivity, while seeds, fertilizers, and pesticides had no significant effect on maize productivity. In corn farming in Kuala Village, pesticide production inputs are not allocatively efficient, while production inputs for land area, seeds, fertilizers, and labor are allocatively inefficient.
URI: https://repository.uksw.edu/handle/123456789/22226
Appears in Collections:T1 - Agribusiness

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T1_522017069_Judul1.84 MBAdobe PDFView/Open
T1_522017069_Bab I
  Until 2023-12-29
1.48 MBAdobe PDFView/Open Request a copy
T1_522017069_Bab II
  Until 2023-12-29
2.53 MBAdobe PDFView/Open Request a copy
T1_522017069_Bab III
  Until 2023-12-29
3.05 MBAdobe PDFView/Open Request a copy
T1_522017069_Bab IV
  Until 2023-12-29
6.41 MBAdobe PDFView/Open Request a copy
T1_522017069_Bab V
  Until 2023-12-29
294.9 kBAdobe PDFView/Open Request a copy
T1_522017069_Daftar Pustaka675.18 kBAdobe PDFView/Open
T1_522017069_Lampiran
  Until 2023-12-29
4.16 MBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.