Please use this identifier to cite or link to this item: https://repository.uksw.edu//handle/123456789/22319
Title: Pengaruh Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE) sebagai Pemberdayaan Masyarakat Adat Kabupaten Merauke Papua dalam Konteks SDG’s
Authors: Murib, Yance
Keywords: MIFEE;lumbung pangan nasional;masyarakat Malind;SDG’s
Issue Date: 2020
Abstract: Penelitian ini membahas tentang Pengaruh Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE) sebagai Pemberdayaan Masyarakat Adat Kabupaten Merauke Papua dalam konteks SDG’s. Dalam penelitian ini juga akan dibahas tentang sebelum dan sesudah adanya program MIFEE ini di Kabupaten Merauke, dengan adanya pembahasan tersebut maka dari situ kita dapat simpulkan bagaimana dampak yang akan di hadirkan dengan adanya program tersebut dapatkan Masyarakat Merauke di tanahnya sendiri. Sedangkan kami mengetahui bersama bahwa papua merupakan pulau terbesar ke dua di dunia setelah Pulau Greenland dimana merupakan pulau yang mempunyai SDA (Sumber Daya Alam) berlimpah-limpah mulai dari kekayaan kondisi alamnya yang indah, beragam flora fauna satwa unik dan langka yang tinggal serta hidup berkembang biak dan menyebar di seluruh hutan Papua. Penelitian terkait MIFEE sebagai lumbung pangan nasional dan program pemerintah pusat ini memiliki visi dan misi yang sangat baik karena tujuannya untuk mengurangi krisis pangan dunia, namun dibalik tujuan mulia tersebut terdapat masalah baru yang akan ditimbukan oleh pemerintah pusat sendiri akibat dari perbedaan pandangan baik itu dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah dengan masyarakat adat Malind sebagai pemilik tanah di Kabupaten Merauke. Salah satu hal yang terpenting adalah Program MIFEE ini sudah hadir di Kabupaten Merauke dan untuk menghadapinya apakah orang Malind siap menerima resiko dampak positif dan negatif, kemudian apakah pembangunan di Kabupaten Merauke baik secara fisik maupun non fisik akan berjalan dengan baik baik saja. MIFEE di penelitian ini akan merujuk bagaimana langkah-langkah yang akan dilakukan pemerintah pada saat melaksanakan pembangunan dalam konteks SDG’s pada keseluruhan tanah Merauke dan secara umum Papua itu sendiri. Maka dengan demikian hal tersebut membutuhkan perhatian serius dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Papua untuk bagaimana mengelola semua kekayaan alam tersebut dengan amat sangat bijaksana. Dalam artian perhatian serius itu adalah menjadi tanggung jawab bagi semua elemen masyarakat baik itu pendatang maupun orang asli Papua (OAP) yang berdomisili di Papua untuk mengamankan daerah tersebut.
This study discusses the influence of the Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE) as the Empowerment of the Indigenous Peoples of Merauke Regency, Papua in the context of SDGs. This research will also discuss the before and after the existence of this MIFEE program in Merauke Regency, with this discussion, from there we can conclude how the impact that will be presented with this program will get the Merauke people on their own land. Meanwhile, we all know that Papua is the second-largest island in the world after Greenland Island, which is an island that has abundant natural resources (natural resources) ranging from a wealth of beautiful natural conditions, a variety of unique and rare flora and fauna that live and thrive. reproduce and spread throughout the forests of Papua. Research related to MIFEE as a national food barn and this central government program has a very good vision and mission because it aims to reduce the world food crisis, but behind this noble goal, there are new problems that will be raised by the central government itself as a result of the different views both from the government central and local government with the indigenous Malind community as landowners in Merauke Regency. One of the most important things is that the MIFEE Program is already present in Merauke Regency and to deal with this, whether the Malind people are ready to accept the risk of positive and negative impacts, then whether development in Merauke Regency both physically and non-physically will run well. MIFEE in this study will refer to the steps that the government will take when implementing development in the context of SDGs on the whole land of Merauke and in general Papua itself. So thus it requires serious attention from the Central Government and the Regional Government of Papua to how to manage all these natural resources very, very wisely. In the sense that serious attention is the responsibility of all elements of society, both immigrants and indigenous Papuans (OAP) who live in Papua to secure the area.
URI: https://repository.uksw.edu/handle/123456789/22319
Appears in Collections:T1 - International Relations

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T1_372014034_BAB I.pdfBAB I316.47 kBAdobe PDFView/Open
T1_372014034_BAB II.pdfBAB II586.59 kBAdobe PDFView/Open
T1_372014034_BAB III.pdfBAB III372.24 kBAdobe PDFView/Open
T1_372014034_BAB IV.pdfBAB IV800 kBAdobe PDFView/Open
T1_372014034_BAB V.pdfBAB V277.58 kBAdobe PDFView/Open
T1_372014034_Daftar Pustaka.pdfDaftar Pustaka207.36 kBAdobe PDFView/Open
T1_372014034_Judul.pdfHalaman Judul1.22 MBAdobe PDFView/Open
T1_372014034_Lampiran.pdfLampiran1.45 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.