DSpace logo

Please use this identifier to cite or link to this item: https://repository.uksw.edu/handle/123456789/22368
Title: Prevalensi Anak Stunting di Kota Salatiga Tahun 2020
Authors: Oktapianus
Keywords: deskriptif cross-sectional;gizi;pendek;tumbuh kembang
Issue Date: 2021
Abstract: Kasus stunting terjadi dibeberapa negara, khususnya negara miskin dan berkembang. Stunting adalah gangguan pertumbuhan pada anak akibat asupan gizi yang buruk. Kekurangan gizi terjadi pada masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Pertumbuhan anak terganggu sehingga anak akan terlihat pendek, dan perkembangan kognitif dan motorik terhambat. Tujuan dari penelitiaan ini adalah untuk mengetahui prevalensi anak stunting di Kota Salatiga. Metode deskriptif Cross-sectional digunakan untuk mendeskripsikan gambaran mengenai fenomena paparan stunting dengan mengamati populasi yang terjadi di Kota Salatiga tahun 2020. Pengumpulan data diperoleh dari data sekunder kemudian data disesuaikan dengan kurva PB/U atau TB/U - 3 SD sd <- 2 SD (pendek) dan <-3 SD (sangat pendek). Data hasil penelitian selanjutnya dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan microsoft Excel ditampilkan dalam bentuk tabel dan narasi. Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan bulan Maret-Juni 2021 di empat kecamatan yang terletak di Kota Salatiga. Hasil penelitian menunjukan bahwa prevalensi stunting di Kota Salatiga tahun 2020 pada anak usia 0-60 bulan sebesar 6,85%, kejadiaan stunting lebih banyak terjadi pada laki-laki sebesar 3,65%. Kesimpulan dari penelitiaan ini, diketahui prevalensi anak stunting di Kota Salatiga tahun 2020 mencapai 6,85%. Kasus tertinggi terjadi pada jenis kelamin laki-laki dengan persentase 3,65%. Sedangan dilihat dari usia, kejadian stunting tertinggi terjadi pada anak yang berusia diatas 24 bulan.
Stunting cases occur in several countries, especially poor and developing countries. Stunting is a growth disorder in children due to poor nutrition. Malnutrition occurs during the First 1000 Days of Life (HPK). The child's growth is disrupted so that the child will look short, and cognitive and motor development is hampered. The purpose of this research is to find out the prevalence of stunting children in Salatiga City. Cross-sectional descriptive method is used to describe the description of the phenomenon of stunting exposure by observing the population that occurs in Salatiga City in 2020. Data collection was obtained by measuring height and then the data was adjusted to PB / U or TB / U - 3 SD sd <- 2 SD (stunted) dan <-3 SD (severely stunted). The research data were then analyzed descriptively using Microsoft Excel and displayed in the form of tables and narratives. Data collection in this study was carried out in March-June 2021 in four sub-districts located in Salatiga City. The results showed that the prevalence of stunting in Salatiga City in 2020 in children aged 0-60 months was 6,85%, the incidence of stunting was more common in males by 3,65%. The conclusion from this study, it is known that the prevalence of stunting in Salatiga City in 2020 reached 6.85%. The highest cases occurred in the male sex with a percentage of 3.65%. In terms of age, the highest incidence of stunting occurred in children aged over 24 months.
URI: https://repository.uksw.edu/handle/123456789/22368
Appears in Collections:T1 - Nutrition Science

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T1_472017438_Daftar Pustaka397.43 kBAdobe PDFView/Open
T1_472017438_Hasil dan Pembahasan
  Until 2999-01-01
336.38 kBAdobe PDFView/Open Request a copy
T1_472017438_Kesimpulan
  Until 2999-01-01
176.86 kBAdobe PDFView/Open Request a copy
T1_472017438_Lampiran
  Until 2999-01-01
210.89 kBAdobe PDFView/Open Request a copy
T1_472017438_Metode
  Until 2999-01-01
313.14 kBAdobe PDFView/Open Request a copy
T1_472017438_Pendahuluan
  Until 2999-01-01
184.76 kBAdobe PDFView/Open Request a copy
T1-472017438_Judul764.39 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.