Please use this identifier to cite or link to this item: https://repository.uksw.edu//handle/123456789/2289
Title: Tata Cara Perkawinan Adat Jawa di Salatiga
Authors: Wahyuningtyas, Herning
Keywords: Tata Cara Perkawinan Adat Jawa (Studi Kasus di Salatiga)
Issue Date: 2012
Publisher: Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP-UKSW
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Tata Cara Perkawinan Adat Jawa di Kota salatiga tahun 2012. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi kepustakaan yaitu penulis berusaha untuk memperoleh data dan menyimpulkan data berdasarkan literatur yang mendukung masalah penelitian, teknik observasi atau pengamatan langsung yaitu mengumpulkan data-data dengan cara mengamati secara langsung pelaksanaan Upacara Temu Pengantin Adat Jawa dan teknik wawancara yaitu teknik yang dilakukan dengan cara tanya jawab antara penulis dengan responden. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan diskriptif analistis. Metode pendekatan diskriptif analistis yaitu usaha untuk mengungkapkan produk suatu proses peristiwa historis dengan tekanan pada bagian proses terjadinya peristiwa dan bagaimana proses perkembangannya. Upacara adat perkawinan yang merupakan saat penegasan kembali hidup dalam tatanan masyarakat secara menyeluruh, acara yang di sajikan sepenuhnya akan membosankan, dan dilupakan oleh kedua mempelai maka upacara perkawinan adat Jawa umumnya dilaksanakan penuh adat, dihias dengan racikan, budaya yang indah dan semuanya penuh makna. Lewat keindahan diharapkan tujuan persatuan sejiwa seraga, seumur usia, antara seorang pria dan wanita diresapi, dihayati dan diperjuangkan oleh kedua mempelai, lewat kehalusan sastra, keelokan reruntuhan tata cara perangkat kelengkapan pra nikah diharapkan kedua mempelai mengecap, menikmati kenikmatan yang di lahirkan, namun mata, telinga, dan jiwa tetap terbuka terhadap segala petuah dan hikmah yang tersalut dalam Sanepa dan Selokalemba. Mengingat budaya Jawa adalah budaya yang sangat terbuka, maka pengaruh budaya nasional dan budaya asing banyak sekali mengalami perubahan upacara adat perkawinan di Jawa sehingga lunturnya nilai-nilai tradisi perkawinan adat Jawa karena adanya pengaruh budaya nasional dan masuknya budaya asing. Untuk itu masyarakat Jawa harus mampu memperkenalkan upacara adat Jawa baik yang sudah jarang dilakukan maupun yang masih sering dilakukan untuk ditularkan kepada generasi penerusnya. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa latar belakang masyarakat Salatiga dalam melaksanakan perkawinan adat Jawa tidak mengalami perubahan sehingga nilai-nilai budaya yang diturunkan oleh nenek moyang kita tidak mengalami pergeseran yang selalu berubah dan berubah sesuai kondisi zamannya.
This study aims to describe the Procedure for Customary Marriages salatiga City Java in 2012. Techniques of data collection was done by using the literature study that the authors seek to obtain the data and concluded the data based on the literature that supports the research problem, techniques of observation or direct observation of the collected data by directly observing the implementation of the Traditional Javanese Wedding Ceremony rally and interviewing techniques are techniques conducted by the author with questions and answers between the respondents. This study uses descriptive analytical approach. Descriptive approach to analytical methods that attempt to express the product of a process of historical events with the emphasis on the process of the incident and how the process of development. Which is a traditional wedding ceremony as a reaffirmation of life insociety as a whole, show that at present fullybe boring, and then forgotten by the bride and groom wedding customsJava is generally carried out a full custom, decorated with a blend, a wonderful culture andeverything is full of meaning. Through the beauty of the soul seraga expected goals of unity,age age, between a man and a woman impregnated, lived and fought for byboth families, through literary subtlety, beauty of the ruins of the ordinancecompleteness of the bride and groom before marriage are expected to taste, enjoy the pleasure ofat birth, but the eyes, ears, and soul remain open to all advice and wisdomare coated in Sanepa and Selokalemba. Given the Javanese culture is the culture thatvery open, then the influence of national culture and foreign culture a lot of experiencechanges in Javanese traditional wedding ceremony so that the erosion of tradition Javanese traditional wedding because of the influence of national culture and cultural inclusionforeign. For the Java community should be able to introduce both Java ceremonieswhich is rarely done and is still often made to be passed on tofuture generations. From the results of this study concluded that the background of the Quezon City in conducting marital custom Java has not changed so that the cultural values handed down by our ancestors did not experience an ever-changing shifts and changes according to the conditions of his time.
Description: Lembar Pengesahan tidak disertai tanda tangan dosen pembimbing
URI: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/2289
Appears in Collections:T1 - History Education

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
xT1_152007020_Judul.pdfHalaman Judul1.44 MBAdobe PDFView/Open
xT1_152007020_Daftar pustaka.pdfDaftar Pustaka163.47 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.