Please use this identifier to cite or link to this item: https://repository.uksw.edu//handle/123456789/22939
Title: Strategi Promosi Destinasi Lempong Sekendi
Authors: Dellens, Luckhosta
Keywords: promosi;media sosial;Lempong Sekendi;promosi berbasis masyarakat
Issue Date: 2021
Abstract: Promosi destinasi pariwisata adalah bagaimana mengkomunikasikan destinasi pariwisata yang dijual kepada calon wisatawan. Hal ini sangatlah penting untuk mendatangkan wisatawan. Dusun Lempong Sekendi yang ada di Desa Pogalan, adalah destinasi yang relatif baru dan Desa Pogalan sendiri adalah desa wisata yang viral dengan Hutan Pinusnya. Dengan jumlah wisatawan yang cukup banyak dan terbatasnya promosi yang dilakukan membuat penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai bagaimana strategi promosi yang dilakukan Dusun Lempong Sekendi. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif yang menggunakan teknik wawancara mendalam dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi yang dilakukan Lempong Sekendi menggunakan media sosial dalam hal ini Facebook masih terbatas dalam hal pengelolaan. Caption yang digunakan masih sangat terbatas dan bahkan ada yang tidak menggunakan caption dan hashtag yang tidak konsisten. Jumlah follower yang masih terbatas termasuk engagement dalam bentuk comment, like dan share. Promosi berbasis masyarakat sudah dilakukan, tetapi belum maksimal.
Promotion of tourism destinations is how to communicate tourism destinations that are sold to potential tourists. This is very important to bring in tourists. Lempong Sekendi hamlet, located in Pogalan Village, is a relatively new destination and Pogalan Village itself is a viral tourist village with its Pine Forest. With the large number of tourists and the limited number of promotions carried out, the authors are interested in conducting research on how the promotion strategy is carried out by Lempong Sekendi Hamlet. The research was conducted using qualitative methods using in-depth interviews and literature studies. The results showed that the promotion carried out by Lempong Sekendi using social media in this case Facebook was still limited in terms of management. The captions used are still very limited and some even don't use inconsistent captions and hashtags. The number of followers is still limited, including engagement in the form of comment, like and share. Community-based promotions have been carried out, but have not been maximized.
URI: https://repository.uksw.edu/handle/123456789/22939
Appears in Collections:Tourism Destinations

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T0_732016125_Judul.pdf504.96 kBAdobe PDFView/Open
T0_732016125_Daftar Pustaka.pdf257.88 kBAdobe PDFView/Open
T0_732016125_Isi.pdf669.69 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.