Please use this identifier to cite or link to this item: https://repository.uksw.edu//handle/123456789/25116
Title: Efektivitas Penanaman Tanaman Jagung (Zea mays L.) dan Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) dengan Metode Tumpang Sari
Other Titles: Effectiveness of Planting Corn (Zea mays L.) and Peanut (Arachis hypogaea L.) Using The Intercropping Method
Authors: Hulu, Yetero Hendikus
Keywords: tumpang sari;monokultur;nitrogen;fosfor;kalium
Issue Date: 20-Jun-2022
Abstract: Tumpang sari merupakan penanaman lebih dari satu jenis tanaman pada lahan yang sama dan waktu yang berbeda ataupun bersamaan. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, tanaman jagung membutuhkan banyak pupuk nitrogen. Tanaman kacang tanah termasuk legume yang dapat bersimbiosis dengan mikroba Rizhobium sp. yang mampu memfiksasi nitrogen di udara, sehingga dapat ditanam bersama tanaman jagung untuk mendukung kebutuhan nitrogennya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan unsur hara nitrogen, fosfor, kalium dari sebelum dan sesudah dilakukan penanaman secara tumpang sari, mengetahui serapan hara tanaman jagung pada sistem tanam monokultur dan tumpang sari, serta mengetahui pertumbuhan tanaman jagung yang ditanam secara monokultur dengan tumpang sari. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dan apabila ada pengaruh maka dilanjutkan dengan menggunakan uji Duncan pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian antara tumpang sari jagung dan kacang tanah menunjukkan hasil yang relatif meningkat. Unsur hara nitrogen, fosfor dan kalium total pada analisis tanah awal yaitu 0,34%, 1,80%, dan 0,0016%, sedangkan nitrogen, fosfor dan kalium pada perlakuan tumpang sari jagung 2 : kacang tanah 1 yaitu 0,44%, 2,19%, dan 0,00096%, pada perlakuan jagung 1 : kacang tanah 2 yaitu 0,42%, 1,91%, dan 0,00176%, dan pada perlakuan jagung 2 : kacang tanah 2 yaitu 0,49%, 1,86%, dan 0,00142%. Serapan hara nitrogen pada perlakuan jagung 2 : kacang tanah 1 memiliki hasil yang tertinggi yaitu 3,59%, sedangkan perlakuan monokultur jagung merupakan perlakuan dengan nilai terendah yaitu 2,88%. Pertumbuhan tinggi tanaman jagung pada perlakuan monokultur lebih rendah dibandingkan perlakuan tumpang sari, bobot tongkol jagung berkelobot pada monokultur jagung rata-rata yaitu 421,14 gram sedangkan pada perlakuan lainnya rata-rata sebesar > 450 gram. Kacang tanah pada perlakuan tumpang sari menghasilkan rata-rata jumlah polong yang lebih rendah yaitu 9, jika dibandingkan dengan monokultur kacang tanah sebanyak 12 polong pertanaman.
Intercropping is the planting of more than one type of plant on the same land and at different times or at the same time. To get optimal results, corn plants need a lot of nitrogen fertilizer. Peanut plants are legumes that can symbiosis with the microbial Rizhobium sp. which is able to fix nitrogen in the air, so it can be planted with corn plants to support their nitrogen needs. This study aims to determine the presence of nitrogen, phosphorus, potassium nutrients from before and after intercropping, to determine nutrient uptake of maize plants in monoculture and intercropping systems, and to determine the growth of maize plants grown in monoculture with intercropping. The research method used in this study was a Randomized Block Design (RAK) with 5 treatments and 5 replications. The data obtained were analyzed using analysis of variance (ANOVA) and if there was an effect, it was continued by using Duncan's test at a 5% significance level. The results of the study between corn and peanut intercropping showed relatively increased yields. The total nutrients nitrogen, phosphorus and potassium in the initial soil analysis were 0.34%, 1.80%, and 0.0016%, while nitrogen, phosphorus and potassium in the intercropping treatment of corn 2: peanut 1 were 0.44% , 2.19%, and 0.00096%, in the treatment of corn 1: peanuts 2 that is 0.42%, 1.91%, and 0.00176%, and in the treatment of corn 2: peanuts 2 that is 0.49 %, 1.86%, and 0.00142%. Nitrogen nutrient uptake in treatment of maize 2: peanut 1 had the highest yield of 3.59%, while the monoculture treatment of maize was the treatment with the lowest value of 2.88%. The growth of corn plant height in monoculture treatment was lower than intercropping treatment, the average weight of corn cobs in monoculture was 421.14 grams while in other treatments the average was > 450 grams. Peanuts in the intercropping treatment produced a lower average number of pods, namely 9, when compared to the peanut monoculture of 12 pods planted.
URI: https://repository.uksw.edu/handle/123456789/25116
Appears in Collections:T1 - Agroecotechnology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T1_512017068_Judul.pdf544.33 kBAdobe PDFView/Open
T1_512017068_BAB I.pdf
  Until 2999-01-01
190.6 kBAdobe PDFView/Open Request a copy
T1_512017068_BAB II.pdf
  Until 2999-01-01
272.84 kBAdobe PDFView/Open Request a copy
T1_512017068_BAB III.pdf
  Until 2999-01-01
374.43 kBAdobe PDFView/Open Request a copy
T1_512017068_BAB IV.pdf
  Until 2999-01-01
442.04 kBAdobe PDFView/Open Request a copy
T1_512017068_BAB V.pdf
  Until 2999-01-01
178.49 kBAdobe PDFView/Open Request a copy
T1_512017068_Daftar Pustaka.pdf266.17 kBAdobe PDFView/Open
T1_512017068_Lampiran.pdf
  Until 2999-01-01
208.5 kBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.