Please use this identifier to cite or link to this item: https://repository.uksw.edu//handle/123456789/25588
Title: "Bawi Kameloh" Komposisi Musik Program dalam Format Ansambel Musik Dayak Ngaju dan Musik Barat
Authors: Triane, Melinia
Keywords: musik Dayak Ngaju
Issue Date: 15-Jul-2022
Abstract: “Bawi Kameloh” berasal dari bahasa Dayak Ngaju. Kata “Bawi” artinya gadis, dan “Kameloh” sebagai penyebutan gadis Dayak Ngaju. “Bawi Kameloh” merupakan sosok mitos ideal gadis suku Dayak yang pemberani, tangguh, pintar, dan hebat. “Bawi Kameloh” merupakan komposisi musik program dalam format ansambel musik etnis Dayak Ngaju dan musik Barat. Karakter sosok “Bawi Kameloh” dijadikan inspirasi dalam pembuatan komposisi ini dalam menggambarkan penulis yang berasal dari suku Dayak Ngaju. Komposisi ini menggunakan struktur A B A’ C D. Desain penelitian dan pengambilan data yang dipakai, yaitu autoetnografi. Data penelitian dikumpulkan dalam studi pustaka dan wawancara. Data-data yang diperoleh, digubah menjadi karya komposisi “Bawi Kameloh” dengan karakteristik musik Dayak Ngaju, memakai instrumen musik Dayak Ngaju, dan menggunakan struktur musik barat. Penulis menggubah komposisi ini menjadi tiga movemen, yaitu “Tampara tuntang kecangkalkuh” yang menceritakan awal perjuangan penulis dalam bermusik, “The Wanderer” menceritakan perjuangan penulis dalam mengarungi studinya di Jawa, dan “Habis ujan mandang tinai” menceritakan hasil p
"Bawi Kameloh" comes from the Dayak Ngaju language. The word "Bawi" means girl, and "Kameloh" as the mention of Dayak Ngaju girl. “Bawi Kameloh” is the ideal mythical figure of a Dayak tribal girl who is brave, tough, smart, and great. “Bawi Kameloh” is a music composition program in the ensemble format of Dayak Ngaju ethnic music and Western music. The character of the figure "Bawi Kameloh" was used as an inspiration in making this composition to describe the composer who came from the Dayak Ngaju tribe. This composition uses the structure of A B A' C D. The research design and data collection used are autoethnography. Research data was collected in literature study and interviews. The data obtained were converted into the composition "Bawi Kameloh" with the characteristics of Dayak Ngaju music, using Dayak Ngaju musical instruments, and using western music structures. The composer has wrote this composition into three movements, namely “Tampara tuntang kecangkalkuh” which tells the beginning of the composer’s struggle in music, “The Wanderer” tells the composer’s struggle in navigating her studies in Java, and “Limbah ujan mandang tinai” tells the results of the struggle of the composer who has risen again after experiencing despair.
URI: https://repository.uksw.edu/handle/123456789/25588
Appears in Collections:T1 - Music Arts

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T1_852018007_Judul.pdf714.8 kBAdobe PDFView/Open
T1_852018007_BAB I.pdf450.15 kBAdobe PDFView/Open
T1_852018007_BAB II.pdf674.53 kBAdobe PDFView/Open
T1_852018007_BAB III.pdf343.44 kBAdobe PDFView/Open
T1_852018007_BAB IV.pdf3.82 MBAdobe PDFView/Open
T1_852018007_BAB V.pdf383.54 kBAdobe PDFView/Open
T1_852018007_Daftar Pustaka.pdf399.79 kBAdobe PDFView/Open
T1_852018007_Lampiran.pdf9.91 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.