Please use this identifier to cite or link to this item: https://repository.uksw.edu//handle/123456789/26437
Title: Peran Jkt48 Dalam Diplomasi Publik Jepang Di Indonesia Tahun 2012-2019
Authors: Surentu, Jaflie Nicodemus
Keywords: JKT48;idol group;diplomasi publik;grup idola;public diplomacy;budaya pop;pop culture;Japan;Jepang
Issue Date: 8-Jul-2022
Abstract: Abstrak Bangkitnya soft power pasca perang dingin membuat negara-negara sadar akan pentingnya membangun pandangan masyarakat dunia yang positif dalam rangka mencapai kepentingan nasional negara itu sendiri. Jepang merupakan salah satu negara yang paling sukses dalam melakukan praktek soft power dalam hubungan internasionalnya, sementara itu di Indonesia Jepang juga menggunakan strategi yang sama yaitu soft power melalui diplomasi publik. Penulis menggunakan beberapa teori dan konsep untuk memahami mengapa JKT48 dapat berperan dan bagaimana kemudian JKT48 berperan dalam diplomasi publik Jepang di Indonesia. Teori dan konsep yang digunakan adalah complex interdependence dimana teori ini mengakui bahwa pada era globalisasi ini hubungan antar negara juga dapat dilakukan oleh aktor non negara, kemudian menurut teori ini penggunaan soft power lebih efektif dalam menyelesaikan permasalahan antar negara. Selanjutnya hubungan antara Indonesia dan Jepang dapat dilihat dari kacamata teori diplomasi publik. Hasilnya ditemukan bahwa JKT48 merupakan aktor non negara yang berfungsi untuk mempromosikan kebudayaan Jepang di Indonesia dalam kemasan yang dapat menarik perhatian berbagai kalangan.
Abstract The rise of soft power after the cold war made countries aware of the importance of building a good images of the country to the world society in order to achieve the country's own national interests. Japan is one of the most successful countries in practicing soft power in its international relations, meanwhile in Indonesia Japan also uses the same strategy, namely soft power through public diplomacy. The author uses several theories and concepts to understand why JKT48 can plays a role in Japanese public diplomacy in Indonesia. The theory and concept used is complex interdependence which recocnizes that in this era of globalization non-states actors can take a role in the relations between countries, also according to this theory the use of soft power is more effective in solving problems between countries. Furthermore, the relationship between Indonesia and Japan can then be seen from the perspective of public diplomacy theory. The results found that JKT48 is a non-state actors whose function is to promote Japanese culture in Indonesia in the way that can attract the public attention.
URI: https://repository.uksw.edu/handle/123456789/26437
Appears in Collections:T1 - International Relations

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T1_372021703_Bab I.pdf435.62 kBAdobe PDFView/Open
T1_372021703_Bab II.pdf568.86 kBAdobe PDFView/Open
T1_372021703_Bab III.pdf304.74 kBAdobe PDFView/Open
T1_372021703_Bab IV.pdf1.45 MBAdobe PDFView/Open
T1_372021703_Bab V.pdf391.34 kBAdobe PDFView/Open
T1_372021703_Daftar Pustaka.pdf537.12 kBAdobe PDFView/Open
T1_372021703_Judul.pdf1.08 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.