Please use this identifier to cite or link to this item: https://repository.uksw.edu//handle/123456789/26634
Title: Analisis Kausalitas Utang Luar Negeri dan Defisit Neraca Perdagangan Indonesia Tahun 2014-2018
Authors: Risman, Via Fide Aditya Andi
Keywords: utang luar negeri;defisit neraca perdagangan;Granger Causality
Issue Date: 2020
Abstract: Utang luar negeri merupakan salah satu isu yang berkembang di Indonesia akhir-akhir ini. Meningkatnya pertumbuhan utang luar negeri tiap tahunnya, terutama tahun 2014-2018, di picu karena kebutuhan Indonesia yang masih harus dipenuhi lewat pembiayaan utang luar negeri. Kebutuhan ini meliputi pembangunan infrastruktur dan pembiayaan defisit keuangan lainnya di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Disisi lain secara teori, utang luar negeri juga digunakan untuk membiayai defisit neraca perdagangan akibat impor yang meningkat. Namun dalam kenyataan nya, kondisi defisit neraca perdagangan Indonesia tidak sering terjadi pada periode ini. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hubungan kausalitas utang luar negeri dengan defisit neraca perdagangan masih terjadi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan alat pengujian Granger Causality untuk melihat arah hubungan kausalitas dua varibael ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan kausalitas antara dua variabel ini baik yang bersifat Unidirectional atau Bidirectional. Kondisi ini didukung dengan tingkat defisit neraca perdagangan yang terhitung kecil jika dibandingkan dengan Produk Domestik Bruto Indonesia. Selain itu, cadangan devisa Indonesia yang terus meningkat di tahun 2014-2018 memperkuat argument bahwa performa ekspor Indonesia masih mampu untuk menutup lubang yang di hasilkan dari kegiatan impor. Sehingga dapat disimpulkan utang luar negeri yang dilakukan Indonesia bukan atas dasar kondisi trade gap atau kesenjangan perdagangan internasional dalam bentuk defisit neraca perdagangan.
Foreign debt is one of the issues that has developed in Indonesia lately. The increase in the growth of foreign debt every year, especially in 2014-2018, was triggered because Indonesia's needs still had to be met through foreign debt financing. These needs include infrastructure development and financing of other financial deficits under President Joko Widodo's administration. On the other hand, in theory, foreign debt is also used to finance the trade balance deficit due to increased imports. But in reality, the condition of Indonesia's trade balance deficit does not often occur in this period. Therefore, this study aims to determine whether the relationship of foreign debt causality with the trade balance deficit still occurs in Indonesia. This study uses the Granger Causality test to see the direction of the causality of these two variables. The results showed that there was no causality relationship between these two variables, either Unidirectional or Bidirectional. This condition is supported by the level of the trade balance deficit which is relatively small when compared to Indonesia's Gross Domestic Product. Besides, Indonesia's increasing foreign exchange reserves in 2014-2018 strengthen the argument that Indonesia's export performance is still able to close the holes generated from import activities. So it can be concluded that Indonesia's foreign debt is not based on the condition of the trade gap or international trade gap in the form of a trade balance deficit.
URI: https://repository.uksw.edu/handle/123456789/26634
Appears in Collections:T1 - Economics

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T1_222016042_Judul.pdfJudul1.22 MBAdobe PDFView/Open
T1_222016042_BAB I.pdfBAB I553.68 kBAdobe PDFView/Open
T1_222016042_BAB II.pdfBAB II390.59 kBAdobe PDFView/Open
T1_222016042_BAB III.pdfBAB III521.32 kBAdobe PDFView/Open
T1_222016042_BAB IV.pdfBAB IV446.7 kBAdobe PDFView/Open
T1_222016042_BAB V.pdfBAB V247.88 kBAdobe PDFView/Open
T1_222016042_Daftar Pustaka.pdfDaftar Pustaka366.51 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.