Please use this identifier to cite or link to this item:
Title: Analisis Faktor-Faktor Determinan Kejadian Stunting pada Balita di Kecamatan Wonosegoro Kabupaten Boyolali
Authors: Ivandira, Vinki
Keywords: stunting;faktor determinan;tindakan sosial
Issue Date: 10-Aug-2022
Abstract: Stunting adalah anak balita (bayi dibawah lima tahun) yang gagal tumbuh akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Berdasarkan data dari Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali memiliki prevalensi stunting pada tahun 2021 sebesar 8,9% dengan total balita atau anak usia 0 bulan sampai 5 tahun yang stunting sebanyak 5.665 anak dari total balita di Boyolali sebanyak 63.576 orang. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis faktor-faktor determinan kejadian stunting pada balita di Kecamatan Wonosegoro Kabupaten Boyolali. Teori yang digunakan adalah teori tindakan sosial Max Weber yang dibagi dalam 4 tindakan yaitu tindakan tradisional, tindakan afektif, tindakan rasional instrumental dan tindakan rasional nilai. Penelitian ini merupakan penelitian kuntitatif dengan teknik analisis statistik dengan metode analisis faktor. Penelitian ini menggunakan teknik Complete Enumeration yaitu teknik penentuan sampel dengan semua anggota populasi digunakan sebagai sampel dengan jumlah sampel sebanyak 62 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada 2 faktor determinan kejadian stunting pada balita di Kecamatan Wonosegoro Kabupaten Boyolali yaitu faktor pendidikan dan faktor ekonomi. Faktor pendidikan memiliki angka eigenvalue sebesar 2,858 dan mempunyai pengaruh sebesar 47,595% dari total, artinya bahwa faktor ini mampu menjelaskan sebesar 47,595% dari keseluruhan variabel manifest. Kemudian faktor ekonomi memiliki angka eigenvalue sebesar 1,082 dan mempunyai pengaruh sebesar 18,033% dari varibel total, yang artinya bahwa faktor ini mampu menjelaskan sebesar 18,033% dari keseluruhan variabel manifest.
Stunting is a child under five years old who fails to thrive due to chronic malnutrition, so the child is too short for his age. Based on data from the Head of the Boyolali District Health Office, the prevalence of stunting in 2021 is 8.9% with a total of 5,665 children aged 0 months to 5 years who are stunted from a total of 63,576 children under five in Boyolali. This study aims to analyze the determinants of stunting in children under five in Wonosegoro District, Boyolali Regency. The theory used is Max Weber's theory of social action which is divided into 4 actions, namely traditional action, affective action, instrumental rational action, and value rational action. The research is a quantitative with statistical analysis technique with factor analysis method. This study uses the Complete Enumeration technique, namely the technique of determining the sample with all members of the population used as a sample with a total sample of 62 respondents. The results showed that there are 2 determinants of stunting in toddlers in Wonosegoro District, Boyolali Regency, namely educational factors and economic factors. The education factor has an eigenvalue of 2.858 and has an influence of 47.595% of the total, meaning that this factor is able to explain 47.595% of all manifest variables. Then the economic factor has an eigenvalue of 1.082 and has an influence of 18.033% of the total variable, which means that this factor is able to explain 18.033% of the entire manifest variable.
Appears in Collections:T1 - Sociology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T1_352018020_Judul.pdf1.1 MBAdobe PDFView/Open
T1_352018020_BAB I.pdf484.71 kBAdobe PDFView/Open
T1_352018020_BAB II.pdf826.01 kBAdobe PDFView/Open
T1_352018020_BAB III.pdf653.16 kBAdobe PDFView/Open
T1_352018020_BAB IV.pdf1.36 MBAdobe PDFView/Open
T1_352018020_BAB V.pdf366.07 kBAdobe PDFView/Open
T1_352018020_Daftar Pustaka.pdf589.94 kBAdobe PDFView/Open
T1_352018020_Lampiran.pdf588.02 kBAdobe PDFView/Open

Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.