Please use this identifier to cite or link to this item: https://repository.uksw.edu//handle/123456789/26970
Title: Perkara Pidana Nomor. 1/PID.SUS-ANAK/2020/PN.KPN) Ditinjau dari Keadaan Darurat atau Noodtoestand
Authors: Saputra, Seno Anugrahno
Keywords: perkara pidana;keadaan darurat (noodtoestand)
Issue Date: 12-Sep-2022
Abstract: Substansi dalam penulisan penelitian ini merupakan suatu kajian terhadap fakta kronologi Perkara Pidana Nomor. 1/PID.SUS-ANAK/2020/PN.KPN) kemudian ditinjau dari keadaan darurat atau noodtoestand. Terhadap substansi penelitian tersebut selanjutnya dikerucutkan dalam bentuk pertanyaan penelitian / rumusan masalah, yakni: Apakah dalam perkara No.01/PID.SUS- Anak/2020/PN.KPN, perbuatan yang dilakukan anak yang berhadapan dengan hukum dapat digolongkan dalam keadaan darurat? Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan hukum ini adalah sebagai berikut : jenis penelitian normatif, sifat penelitian deskriptif, jenis data yang digunakan adalah data sekunder, sumber data adalah sumber data sekunder yang masih relevan dengan permasalahan yaitu bahan hukum primer (KUHP, KUHAP, Undang-Undang No. 3 Tahun 1997 Tentang Pengadilan Anak, dan peraturan perundang-undangan lainnya), bahan hukum sekunder (putusan Hakim Pengadilan Negeri Kepanjen dan literatur-literatur lainnya yang terkait) dan bahan hukum tersier (internet), teknik pengumpulan data berupa studi kepustakaan, dan teknik analisis data berupa analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian ini, ditemukan fakta bahwasanya perbuatan yang dilakukan oleh anak terdakwa dalam perkara No.01/PID.SUS- Anak/2020/PN.KPN adalah termasuk tindak pidana yang dilakukan karena adanya keadaan darurat (noodtoestand) yaitu anak terdakwa yang dalam keadaan bahaya, dan menghindarkan bahaya tersbut terpaksa melakukan perbuatan yang melanggar kepentingan hukum orang lain demi kewajiban menyelamatkan kepentingan hukum orang lain, yaitu melindungi harta benda dan kesusilaan diri sendiri atau orang lain. Namun dalam perkara tersebut, Hakim memutuskan bahwasanya Fandik telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana “Penganiayaan Mengakibatkan Mati”, dan dijatuhi pidana Pembinaan di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Darul Altam di Wajak Kab Malang selama 1 (satu) tahun. Seharusnya Hakim dalam memutuskan perkara tersebut, harus lebih melihat secara komprhensif terhadap fakta-fakta yang dihadirkan dalam proses persidangan sehingga menghasilkan putusan yang berdasarkan kebenaran yuridis, kebenaran filosofis dan sosiologis. Karena dalam perkara tersebut, seharusnya Hakim melihat adanya keadaan darurat (noodtoestand), terjadinya bentrokan antara kepentingan hukum dan kewajiban yang membuat anak terdakwa secara terpaksa melakukan Tindak Pidana, sekedar untuk menghindarkan diri dari bahaya tersebut.
URI: https://repository.uksw.edu//handle/123456789/26970
Appears in Collections:T1 - Law

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T1_312017075_Judul.pdf978.27 kBAdobe PDFView/Open
T1_312017075_BAB I.pdf509.96 kBAdobe PDFView/Open
T1_312017075_BAB II.pdf458.42 kBAdobe PDFView/Open
T1_312017075_BAB III.pdf491.92 kBAdobe PDFView/Open
T1_312017075_BAB IV.pdf178.79 kBAdobe PDFView/Open
T1_312017075_Daftar Pustaka.pdf343.83 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.