Please use this identifier to cite or link to this item: https://repository.uksw.edu//handle/123456789/3027
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorGultom, Jahinoma-
dc.date.accessioned2013-08-01T04:00:27Z-
dc.date.available2013-08-01T04:00:27Z-
dc.date.issued2013-
dc.identifier.issn2087‐0922-
dc.identifier.urihttp://repository.uksw.edu/handle/123456789/3027-
dc.descriptionProsiding Seminar Nasional Sains dan Pendidikan Sains VIII “Pembelajaran Sains yang Menarik dan Menantang : sub-tema Memajukan Dukungan Sains dan Matematika pada Dunia Bisnis, Industri dan Pendidikan”, Fakultas Sains dan Matematika, UKSW Salatiga, 15 Juni 2013, Vol 4, No.1 : 205-216en_US
dc.description.abstractBelajar adalah suatu proses mental yang tejadi dalam diri seseorang yang melibatkan kegiatan (proses) berfikir dan terjadi melalui pengalaman –pengalaman yang diperoleh melalui reaksi terhadap lingkungan dimana ia berada. Belajar matematika adalah belajar dengan mengaitkan simbol-simbol dan konsep abstrak yang prosesnya terjadi pada pikiran siswa itu sendiri. Belajar matematika bertujuan mempersiapkan anak didik sanggup mengahadapi perubahan keadaan di dalam kehidupan dan didalam dunia yang senantiasa berubah, melalui latihan bertindak atas dasar pemikiran logik, rasional, kritis dan cermat, objectif, kreatif, mempersiapkan anak didik agar dapat menggunakan matematika secara fungsional di dalam kehidupan sehari-hari dan dalam menghadapi ilmu pengetahuan yang senantiasa berubah. Oleh sebab itu guru harus mampu merencanakan dan melaksanakan model pembelajaran dalam pembelajaran matematika yang dapat menarik perhatian siswa untuk dapat terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Salah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan kita adalah masalah lemahnya proes pembelajaran. Dalam proses pembelajaran, anak kurang didorong untuk mengembangkan kemampuan berfikir. Proses pembelajaran di dalam kelas diarahkan kepada kemampuan anak untuk menghapal informasi; otak anak dipaksa untuk mengigat dan menimbun berbagai informasi tanpa dituntut untuk memahami informasi yang diingatnya itu untuk menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari, serta menggunakannya (Wina Sanjaya, 2008:1). Untuk itu maka salah satu pembelajaran yang berpusat pada siswa dan memperhatikan proses dalam pencapaian hasil belajar, dan memberikan ruang yang banyak bagi siswa-siswi untuk memahami dan mengkonsruksi pelajaran matematika pada saat proses belajar-mengajar adalah pembelajaran Kooperatif tipe jigsaw. Oleh sebab itu maka perlu untuk meneliti perbedaan kemampuan koneksi matematik siswa yang diberi pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan siswa yang diberi pengajaran langsung. Adapun tujuan penelitian ini adalah 1) Menelaah perbedaan kemampuan koneksi matematika siswa antara siswa yang diberi pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, dengan siswa yang diberi pengajaran langsung. 2) Untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Penelitian ini tergolong ke dalam penelitian eksprimen semu (quasi exsperiment). Instrumen yang digunakan terdiri dari: (1) tes kemampuan koneksi matematika berbentuk uraian. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis inferensial yaitu analisis kovarians (ANAKOVA)en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherFakultas Sains dan Matematika UKSWen_US
dc.subjectmatematikaen_US
dc.subjectjigsawen_US
dc.subjectpengajaranen_US
dc.titlePerbedaan Koneksi Matematika Antara Siswa yang Diberi Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dan Pengajaran Langsungen_US
dc.typeProceedingen_US
Appears in Collections:Bidang Pendidikan Matematika

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
PROS_ Jahinoma Gultom_ Perbedaan Koneksi Matematika_Abstract.pdfAbstract657.78 kBAdobe PDFView/Open
PROS_ Jahinoma Gultom_ Perbedaan Koneksi Matematika_Full text.pdfFull text248.55 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.