Please use this identifier to cite or link to this item: https://repository.uksw.edu//handle/123456789/30291
Title: Peran Forum Anak Dalam Pencegahan Perkawinan Usia Anak DI Kota Salatiga
Authors: Waang, Helda Juliani
Keywords: Peran;Role;Pencegahan;Forum Anak;Perkawinan Usia Anak;Salatiga;Prevention;Child Forum;Child Marriage
Issue Date: 3-Jul-2023
Abstract: Data Statistik Indonesia menunjukan bahwa terdapat 1,7 juta pernikahan yang tercatat sepanjang tahun 2022. Dan Komnas Perempuan mencatat bahwa sepanjang tahun 2021 terdapat 59.701 kasus perkawinan usia anak yang diberikan dispensasi oleh pengadilan. Walaupun jika dilihat lebih lanjut maka angka perkawinan usia anak diindonesia mengalami penurunan dimana pada tahun 2020 terdapat 64.211 kasus, namun penurunan ini masih dikatakan tinggi jika dibandingkan dengan tahun 2019 yang dimana angka perkawinan usia anak berjumlah 23.126 kasus. Melalui Teori Stukturasi Giddens mengemukakan bahwa pada dasarnya agensi (individu) yang mampu mengubah struktur sosial (aturan dan sumber daya) masyarakat maka penelitian ini dilakukan menggunakan Penelitian kualitatif deskriptif dengan metode observaasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk menjelaskan peran Forum anak Kota Salatiga (RUMANKSA) dalam mencegah kasus perkawinan usia anak. Peran forum anak tidak membawa dampak secara signifikan, akan tetapi dengan adanya partisipasi dan antusiais RUMANKSA dalam menyuarakan tentang hak anak dan gerakan “Jo Kawin Bocah” seiring berjalannya waktu akan mengubah pola pikir baru dalam masyarakat terkhusunya pada anak terkait dampak negatif perkawinan usia anak.
Indonesian statistical data shows that there were 1.7 million marriages recorded throughout 2022. And Komnas Perempuan noted that during 2021 there were 59,701 cases of child marriage that were granted dispensations by the courts. Even though if you look further, the number of child marriages in Indonesia has decreased where in 2020 there were 64,211 cases, this decline is still said to be high when compared to 2019 where the number of child marriages totaled 23,126 cases. Through the Giddens Structural Theory, it is argued that basically agencies (individuals) are capable of changing the social structure (rules and resources) of society, so this research was conducted using descriptive qualitative research with observation, interview and documentation methods. To explain the role of the Salatiga City Children's Forum (RUMANKSA) in preventing cases of child marriage. The role of the children's forum did not have a significant impact, but with RUMANKSA's participation and enthusiasm in voicing children's rights and the “Jo Kawin Bocah” movement over time it will change a new mindset in society, especially children regarding the negative impacts of child marriage.
URI: https://repository.uksw.edu//handle/123456789/30291
Appears in Collections:T1 - Sociology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T1_352019054_Judul.pdf594.72 kBAdobe PDFView/Open
T1_352019054_Isi.pdf
  Until 2025-01-01
1.04 MBAdobe PDFView/Open
T1_352019054_Daftar Pustaka.pdf325.8 kBAdobe PDFView/Open
T1_352019054_Lampiran.pdf
  Until 2025-01-01
658.05 kBAdobe PDFView/Open
T1_352019054_Pernyataan Penyerahan Lisensi Nonekslusif Dan Pilihan Embargo.pdf914.7 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.