Please use this identifier to cite or link to this item: https://repository.uksw.edu//handle/123456789/31470
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorUtami, Intiyas-
dc.contributor.authorAsokasari, Feby Fitria-
dc.date.accessioned2023-11-09T07:21:10Z-
dc.date.available2023-11-09T07:21:10Z-
dc.date.issued2020-08-28-
dc.identifier.urihttps://repository.uksw.edu//handle/123456789/31470-
dc.description.abstractMasalah yang muncul saat ini banyak desa yang gagal dalam menjalankan BUMDesa, seperti yang ada di 2.511 BUMDesa di Jawa Tengah, yang belum semua digarap dengan serius karena kurangnya siapnya desa dan potensi yang minim dari desa. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengidentifikasi kondisi tata kelola serta mengukur keberlanjutan BUMDesa di Desa Plumbon Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang Jawa Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, dengan menggunakan data primer yang diperoleh melalui wawancara. Narasumber pada penelitian ini adalah kepala desa, pihak pengelola BUMDesa, dan masyarakat di Desa Plumbon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam identifikasi tata kelola BUMDesa Plumbon sebagian dari prinsip tata kelola BUMDesa sudah terlaksana akan tetapi ada beberapa belum maksimal. Kendala yang berpotensi dihadapi oleh BUMDesa di Plumbon yaitu baik pengelola desa maupun masyarakat kurang memahami mengenai potensi yang dimiliki serta pemahaman terhadap tata kelola BUMDesa. Kemudian dalam identifikasi keberlanjutan BUMDesa Plumbon walaupun masih dikatakan sebagai BUMDesa rintisan, tetapi sudah mempunyai progres untuk kedepannya dan saat ini dalam tahapan penambahan pembangunan.id
dc.description.abstractThe problem that arises at this time is that many villages fail in running BUMDesa, such as those in 2,511 BUMDesa in Central Java, which have not all been worked seriously because of lack the village preparedness and the minimal potential of the village. This study aims to identify governance conditions manage and measure the sustainability of BUMDesa in Plumbon Village, Suruh Subistrict, Semarang Regency, Central Java. This research is a qualitative descriptive study, with using primary data obtained through interviews. Resource persons in this study are the village head, the manager BUMDesa, and the community in Plumbon Village. The results showed that in the identification of governance BUMDesa Plumbon is part of BUMDesa governance principles have been implemented, but there are some that have not been maximized. Potential obstacles faced by BUMDesa Plumbon, that is village and community managers do not understand about potential and understanding of governance BUMDesa. Then in identifying the sustainability of Plumbon BUMDesa although it is still said to be a pioneering BUMDesa, but already has progress for the future and is currently in the stage of development additions.en
dc.language.isoiden_US
dc.subjecttata kelola BUMDesaen_US
dc.subjectkeberlanjutan BUMDesaen_US
dc.titleTata Kelola dan Ukuran Keberlanjutan BUMDesaen_US
dc.typeThesisen_US
uksw.facultyFakultas Ekonomika dan Bisnisen_US
uksw.identifier.kodeprodiKODEPRODI62201#Akuntansi-
uksw.identifier.nidnNIDN0624067401-
uksw.identifier.nimNIM232016171-
uksw.programAkuntansien_US
Appears in Collections:T1 - Accounting

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T1_232016171_Judul.pdf837.24 kBAdobe PDFView/Open
T1_232016171_Isi.pdf
  Until 9999-01-01
386.1 kBAdobe PDFView/Open
T1_232016171_Daftar Pustaka.pdf239.66 kBAdobe PDFView/Open
T1_232016171_Lampiran.pdf
  Until 9999-01-01
451.46 kBAdobe PDFView/Open
T1_232016171_Pernyataan Tidak Plagiat dan Persetujuan Akses.pdf450.51 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.