DSpace logo

Please use this identifier to cite or link to this item: https://repository.uksw.edu/handle/123456789/3186
Title: Model Perencanaan Pendidikan di Era Otonomi Daerah
Authors: Wasitohadi
Keywords: paradigma baru pendidikan;perencanaan partisipatif;kebijakan pendidikan;model pembangunan sistem pendidikan yang terintegrasi
Issue Date: Sep-2011
Publisher: Program Studi PGSD-FKIP Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga
Abstract: Era reformasi telah membawa pembahan mendasar dalam pendidikan, salah satunya adalah terjadinya perubahan arah paradigma pendidikan, termasuk dalam hal sistem perencanaan pendidikan di daerah. Dengan terjadinya perubahan paradigma baru pendidikan, maka sistem perencanaan pendidikan dalam iklim pemerintahan yang sentralistik, sudah tidak sesuai lagi dengan kebutuhan perencanaan pendidikan pada era otonomi daerah, sehingga diperlukan paradigma baru perencanaan pendidikan. Paradigma baru perencanaan pendidikan akan berimplikasi pada proses perencanaan pendidikan Kabupaten Kota. Dalam era otonomi daerah, sistem perencanaan pendidikan Kabupaten/Kota adalah bagian integral dari sistem perencanaan pembangunan daerah Kabupaten/Kota, yaitu mendasarkan pada perencanaan parisipatif, di mana perencanaan dibuat dengan memperhatikan dinamika, prakarsa dan kebutuhan masyarakat setempat. Oleh karenanya, dalam penyusunan perencanaan pembangunan, termasuk dalam perencanaan pendidikan di daerah Kabupaten/Kota, diperlukan koordinasi antar instansi Pemerintah dan partisipasi sejumlah pelaku pembangunan, melalui suatu forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan, tingkat kecamatan, dan tingkat Kota, serta fomm Satuan Kerja Perangkat Daerah. Dalam melakukan perencanaan pendidikan Kabupaten/ Kota, pertama-tama periu dilakukan analisis lingkungan strategis, untuk mengetahui lingkungan ekstemal yang berpengamh tertiadap perencanaan pendidikan kabupater kota. Selain itu, berbagai perubahan lingkungan strategis harus diakomodasi dan diintemalisasikan ke dalam perencanaan pendidikan kabupaten/kota agar perencanaan tersebut benar-benar menyatu dengan perubahan lingkungan strategis tersebut. Kemudian, perlu analisis situasi untuk mengetahui " situasi pendidikan saat ini" dan "situasi pendidikan yang diharapkan atau ditargetkan menyangkut berbagai kebijakan pendidikan yang ditetapkan, sehingga kesenjangan dapat diketabui dan kebijakan substantif dan implementatif, program seria rencana kegiatan dapat dipikirkan secara integrated. Berhubung dengan itu, perlu sebuah pemikiran inovatif-kreatif mengenai model pembangunan sistem pendidikan yang terintegrasi, yang dapat meramu sekaligus mengakomodasi upaya peningkatan dan pencapaian berbagai kebijakan pendidikan yang ditargetkan secara bersama-sama, bukan secara parsial dan berlanjutan.
Description: Scholaria : Jurnal llmiah Pendidikan Ke-SD-an Vol. 1 No. 2, September 2011 : p.107 - 139
URI: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/3186
ISSN: 2088-3439
Appears in Collections:Scholaria 2011 Vol. 1 No. 2 September

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
ART_Wasitohadi_Model Perencanaan Pendidikan_Abstract.pdfAbstract529.96 kBAdobe PDFView/Open
ART_Wasitohadi_Model Perencanaan Pendidikan_Full text.pdfFull text957.39 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.