Please use this identifier to cite or link to this item: https://repository.uksw.edu//handle/123456789/32377
Title: Melacak Jejak Sejarah Witte Kruis Kolonie melalui Film Dokumenter
Authors: Utomo, Yoga Tri Budi
Keywords: Witte Kruis Kolonie;Film Dokumenter;Genre Sejarah;Kualitatif;Strategi Linier;Documentary Film;Qualitative
Issue Date: 4-Dec-2023
Abstract: Abstrak. Witte Kruis Kolonie merupakan koloni kemanusiaan pertama yang ada di Salatiga pada tahun 1902. Koloni kemanusiaan ini didirikan oleh suami istri berkebangsaan Eropa yang tergerak hatinya karena banyaknya masyarakat yang sakit, terlantar karena dampak meletusnya gunung Kelud dan wabah penyakit pada tahun 1901. Kegiatan kemanusiaan yang terjadi di Witte Kruis Kolonie yang tidak memandang status sosial dan agama ini adalah sebuah aktivitas sosial yang hendaknya dapat diketahui oleh masyarakat saat ini. Namun berdasarkan dengan penelusuran data, informasi mengenai Witte Kruis Kolonie ini masih sangat minim baik secara tulisan maupun Audio Visual. Selain itu, terdapat informasi yang kurang sesuai dengan kejadian atau peristiwa yang sebenarnya terjadi di Witte Kruis Kolonie. Film Dokumenter dapat menjadi media informasi yang mampu memberikan informasi dengan lebih aktual dan menyajikan data yang akurat. Dengan menerapkan metode Kualitatif dan strategi linier dalam proses perancangan film dokumenter ini, diharapkan mampu menghasilkan dan menyajikan Film dokumenter dengan genre sejarah dengan menarik dan memberikan informasi seakurat mungkin, mengenai aktivitas sosial kemanusiaan di Witte Kruis Kolonie yang telah ada sejak tahun 1902 di Salatiga kepada audien atau masyarakat.
Abstract. Witte Kruis Kolomie was the first humanitarian colony in Salatiga in 1901. This humanitarian colony was founded by a European husband and wife who were moved because many people were sick, displaced due to the impact of the eruption of Mount Kelud and the disease outbreak in 1901. Humanitarian activities that took place at Witte Kruis Kolomie, which does not look at social status and religion, this is a social activity that today's society should be aware of. However, based on data searches, information about the Witte Kruis Kolomie is still very minimal, both written and audio visual. Apart from that, there is information that is not in accordance with the events or events that actually occurred at Witte Kruis Kolomie. Documentary films can be an information medium that is able to provide more up-to-date information and present accurate data. By applying qualitative methods and linear strategies in the process of designing this documentary film, it is hoped that we will be able to produce and present a documentary film with a historical genre that is interesting and provides as accurate information as possible regarding the social and humanitarian activities of the Witte Kruis Kolomie, which has existed since 1901 in Salatiga, to the audience. or society.
URI: https://repository.uksw.edu//handle/123456789/32377
Appears in Collections:T1 - Visual Communication Design

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T1_692019075_Judul.pdf825.76 kBAdobe PDFView/Open
T1_692019075_Isi.pdf
  Until 9999-01-01
669.42 kBAdobe PDFView/Open
T1_692019075_Daftar Pustaka.pdf535.2 kBAdobe PDFView/Open
TI_692019075_Formulir Pernyataan Persetujuan Penyerahan Lisensi Tugas Akhir dan Pilihan Embargo.pdf859.57 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.