Please use this identifier to cite or link to this item: https://repository.uksw.edu//handle/123456789/32415
Title: Alih Fungsi Kawasan Hutan Lembah Grime di Kampung Muaif Distrik Nimbokrang Kabupaten Jayapura Provinsi Papua
Authors: Murib, Yance
Keywords: Hutan Adat;Alih Fungsi Hutan;Perkebunan Kelapa Sawit;PT. PNM;Lembah Grime di Kampung Muaif Distrik Nimbokrang;Kabupaten Jayapura Provinsi Papua
Issue Date: 11-Dec-2023
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang adanya perdebatan dalam memaknai definisi hutan negara dan hutan adat di Indonesia. Karena di dalam perdebatan tersebut berujung pada konflik baik secara vertikal dan horisontal pada setiap elemen masyarakat di dalamnya. Salah satunya dalam penelitian ini adalah tentang maraknya aktivitas illegal logging, pembalakan liar, dan deforestasi oleh Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit di tanah Papua khususnya di daerah Kampung Rhepang Muaif Distrik Nimbokrang Kabupaten Jayapura. Tujuan penelitian ini sendiri adalah untuk menganalisis bagaimana aktivitas dari ancaman deforestasi pada kawasan hutan Lembah Grime di Kampung Rhepang Muaif Distrik Nimbokrang Kabupaten Jayapura Provinsi Papua. Hasil temuan dalam penelitian ini menjelaskan bahwa PT. PNM sudah mendapatkan ijin lokasi lahan untuk perkebunan kelapa sawit sebesar 32.000 hektar pada kawasan hutan Lembah Grime di Kampung Rhepang Muaif Distrik Nimbokrang. Namun dalam proses untuk mendapatkan surat ijin tersebut pihak Perusahaan tidak pernah melakukan pertemuan secara internal dengan tokoh-tokoh masyarakat adat di daerah tersebut. Sehingga mengakibatkan terjadinya konflik secara vertikal dan horizontal yang tidak terhindarkan pada sengketa lahan antar suku tepatnya di kawasan spot Korea. Berdasarkan temuan dari masalah tersebut, adapun berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Jayapura dan Masyarakat di wilayah tersebut untuk meminimalisirkan dan mencegah dampat kerusakan ekosistem hutan yang lebih besar di tanah Papua ke depannya.
This research aims to discuss the debate over the definition of state forests and customary forests in Indonesia. The debate has led to conflicts both vertically and horizontally in every element of society in it. One of them in this study is about the rampant illegal logging, illegal logging, and deforestation activities by Palm Oil Plantation Companies in Papua, especially in the area of Kampung Rhepang Muaif, Nimbokrang District, Jayapura Regency. The purpose of this research itself is to analyse how the activities of the threat of deforestation in the Grime Valley forest area in Rhepang Muaif Village, Nimbokrang District, Jayapura Regency, Papua Province. The findings of this study explain that PT PNM has obtained a land location permit for an oil palm plantation of 32,000 hectares in the Grime Valley forest area in Rhepang Muaif Village, Nimbokrang District. However, in the process of obtaining the permit, the company never held an internal meeting with indigenous community leaders in the area. This resulted in vertical and horizontal conflicts that were inevitable in inter-tribal land disputes precisely in the Korean spot area. Based on the findings of the problem, various efforts have been made by the Jayapura Regency Government and the communities in the area to minimise and prevent greater damage to forest ecosystems in Papua in the future.
URI: https://repository.uksw.edu//handle/123456789/32415
Appears in Collections:T2 - Master of Development Studies

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T2_092020022_Judul.pdf492.85 kBAdobe PDFView/Open
T2_092020022_Isi.pdf
  Until 9999-01-01
486.57 kBAdobe PDFView/Open
T2_092020022_Daftar Pustaka.pdf363.7 kBAdobe PDFView/Open
T2_092020022_Formulir Pernyataan Persetujuan Penyerahan Lisensi Tugas Akhir dan Pilihan Embargo.pdf
  Restricted Access
945.85 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.