Please use this identifier to cite or link to this item: https://repository.uksw.edu//handle/123456789/33117
Title: Kesetiaan Iman dan Pemberdayaan Spiritualitas Diri Studi Grounded Theory pada Lima Kluster Umat GKJ Salatiga di Kemiri Kota Salatiga
Authors: Agung, Mianto Nugroho
Keywords: Kesetiaan Iman;Spiritualitas Diri;Grounded Theory
Issue Date: 22-Feb-2024
Abstract: Latar belakang penelitian ini, adanya fakta sosial masyarakat Dukuh Kemiri, Salatiga, khususnya umat Kristen Gereja Kristen Jawa (GKJ) Salatiga, yang dituntut menyesuaikan diri dengan berbagai masalah dalam hidup mereka. Masalah-masalah sosial, ekonomi, politik, dan budaya (termasuk di dalamnya agama) yang sebelum urbanisasi yang tinggi, hanya berupa bibit, kini tumbuh subur. Masalah-masalah keagamaan yang dihadapi umat Kristen GKJ Salatiga adalah kasus-kasus ketidaksetiaan iman. Maka, fokus penelitian ini sesuai terminology Metode Penelitian Grounded Theory adalah dua kausal: fakta kesetiaan iman umat Kristen dalam ketidaksetiaan iman umat Kristen lainnya, dan, pemberdayaan spiritualitas diri karena praktik kesetiaan iman yang dijalankan itu. Secara dialektis spiralis, kedua fenomena itu menjadi kausal bagi kausal berikutnya dan bisa diteorikan sehingga berguna bagi orang Kristen lain yang mengalami masalah keagamaan yang sama seperti mereka. Metode penelitian ini adalah Grounded Theory versi Strauss Corbin. Teori besar/utama (Grand Theory)-nya adalah konsep dasar iman dan spiritualitas Emile Durkheim ditunjang Inbody. Dua tahap penelitian ini adalah tahap eksplorasi (penelitian pendahuluan) sejak Maret 1999 hingga Maret 2018, dilanjutkan dengan tahap penelitian lapangan April 2018-Mei 2021. Sampel/informan tahap eksplorasi terdiri dari 20 orang tokoh kunci di lokasi dan pada tahap penelitian lapangan terdiri dari 23 orang dalam lima kluster. Lima klaster ditentukan dari klaster yang paling menonjol dari sekian banyak klaster yang muncul dan kelima klaster itu memiliki potensi tertinggi kesetiaan iman dan pemberdayaan spiritualitas diri. Temuan terduga penelitian ini adalah A) Teori substantif yang disusun berdasarkan kesimpulan, itu adalah: (1) Kesetiaan iman umat Kristen yang tinggi menyebabkan terjadinya pemberdayaan spiritualitas diri umat Kristen; (2) Terjadinya pemberdayaan spiritualitas diri umat Kristen menyebabkan kesetiaan iman umat Kristen semakin tinggi; dan (3) Kesetiaan iman umat Kristen yang semakin tinggi menyebabkan terjadinya pemberdayaan spiritualitas diri umat Kristen juga semakin tinggi, demikian seterusnya secara spiralis, dialektis, resiprokal, dan mutualistik. Dan, B) Teori Formal yaitu “Oleh karena hakekat ‘kesetiaan iman’ dan ‘pemberdayaan spiritualitas diri’ yang saling berdialog terus-menerus satu sama lain, bersifat saling berbalasan satu sama lain, dan keduanya saling berhubungan dengan saling menguntungkan, maka relasi ‘kesetiaan iman’ dan ‘pemberdayaan spiritualitas diri’ bersifat dialektis resiprokal mutualistik satu sama lain dan menyebabkan peningkatan relasi fungsional keduanya secara spiralis jika dan hanya jika ditempuh melalui cara-cara kembali ke bentuk-bentuk agama yang paling dasar, iman, dan spiritualitas”. Temuan tak terduga penelitian ini adalah iman (kepercayaan) individu yang rendah mendorong lahirnya kolektivitas spiritualitas sosial yang buruk, sebaliknya iman (kepercayaan) individu yang rendah mendorong lahirnya kolektivitas spiritualitas sosial yang baik.
URI: https://repository.uksw.edu//handle/123456789/33117
Appears in Collections:D - Doctor of Religion Sociology



Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.