Please use this identifier to cite or link to this item: https://repository.uksw.edu//handle/123456789/33775
Title: Partisipasi Masyarakat Sebagai Strategi Keberlanjutan Program Kampung Iklim
Authors: Tumimomor, Albertin Yesica Stevani
Keywords: partisipasi;bank sampah;pengelolaan sampah;proklim;proklim;strategi;kelembagaan;kolaborasi
Issue Date: 4-Jun-2024
Abstract: Kampung Iklim Ngadirejo menginisiasi pengelolaan sampah rumah tangga sejak tahun 2015. Bank sampah merupakan salah satu alternatif kegiatan dalam mengatasi permasalahan sampah rumah tangga. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan partisipasi masyarakat Kampung Iklim Ngadirejo dalam mengelola sampah. Penelitian ini dilakukan di RW 07, Desa Ngadirejo, Kartasura, Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah. Penelitian dengan menggunakan metode kuantitatif dengan metode survei dengan sampel penelitian sebanyak 213 Kepala Keluarga (KK). Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah tinggi. Masyarakat sudah tidak membakar (71%) dan membuang sampah sembarangan (78%). Selain itu masyarakat sudah mengumpulkan dan memilah sampah sesuai dengan jenisnya. Sampah anorganik di setorkan ke Bank Sampah. Namun untuk sampah organik, hanya 36% yang melakukan pengomposan. Sebagian besar masyarakat sudah melakukan reduce, reuse dan recycle. Sebanyak 96% responden mengetahui manfaat dan dampak bank sampah bagi masyarakat.
Ngadirejo Climate Village has initiated household waste management since 2015. The waste bank is an alternative activity in overcoming the problem of household waste. Therefore, this research aims to explain the participation of the Ngadirejo Climate Village community in waste management. This research was conducted in RW 07, Ngadirejo Village, Kartasura, Sukoharjo, Central Java Province. This research uses a quantitative method with a survey with a research sample of 213 heads of families. Data were analyzed descriptively and presented in the form of tables and graphs. The research results show that community participation is relatively high. People no longer burn (71%) and litter (78%). The community has collected and sorted waste according to type. Inorganic waste is landfilled in waste banks. For organic waste, the compost is only 36%. Most people already use reduce, reuse, and recycle. As many as 96% of respondents knew the benefits and impacts of waste banks on society.
Kelurahan Ngadirejo merupakan kampung iklim pertama di Provinsi Jawa Tengah yang menerima penghargaan Proklim Lestari pada tahun 2020. Penghargaan tersebut diraih setelah masyarakat secara konsisten melakukan kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim sejak tahun 2015. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan strategi Kampung Iklim Ngadirejo dalam implementasi Proklim. Penelitian menggunakan metode kualitatif, data diperoleh dari wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kampung Iklim Ngadirejo memiliki tiga strategi dalam implementasi Proklim. Pertama adalah partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan adaptasi mitigasi perubahan iklim. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan seperti gerakan goyang sapu, pengelolaan sampah organik rumah tangga, bank sampah, pemanfaatan lahan pekarangan rumah dan konservasi air dengan menggunakan biopori dan sumur resapan. Kedua kelembagaan dalam pelaksanaan Proklim. Pengurus kampung iklim berperan penting dalam peningkatan pengetahuan dan kapasitas masyarakat dalam perubahan iklim. Ketiga merupakan dukungan eksternal stakeholder. Kolaborasi pentahelix dapat mempercepat implementasi Proklim di Kampung Iklim Ngadirejo.
Ngadirejo Village is the first climate village in Central Java Province to receive the Proklim Lestari award in 2020. The award was won after the community has consistently carried out climate change adaptation and mitigation activities since 2015. This study aims to explain the strategy of Ngadirejo Climate Village in the implementation of Proklim. The research used qualitative methods, data were obtained from in-depth interviews, observations and documentation studies. The results showed that Ngadirejo Climate Village has three strategies in implementing Proklim. The first is community participation in the implementation of climate change mitigation adaptation activities. Activities carried out such as the broom shake movement, household organic waste management, waste banks, land use in the yard and water conservation using biopores and infiltration wells. Both institutions in the implementation of Proklim. Climate village administrators play an important role in increasing community knowledge and capacity in climate change. Third is external stakeholder support. Pentahelix collaboration can accelerate the implementation of Proklim in Ngadirejo Climate Village.
URI: https://repository.uksw.edu//handle/123456789/33775
Appears in Collections:T2 - Master of Development Studies

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T2_092020015_Judul.pdf809.69 kBAdobe PDFView/Open
T2_092020015_Isi.pdf
  Until 9999-01-01
804.32 kBAdobe PDFView/Open
T2_092020015_Daftar Pustaka.pdf343.48 kBAdobe PDFView/Open
T2_092020015_Formulir Pernyataan Persetujuan Penyerahan Lisensi dan Pilihan Embargo.pdf879.2 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.