Please use this identifier to cite or link to this item: https://repository.uksw.edu//handle/123456789/35998
Title: Cyberbullying dan Upaya Penerimaan Diri pada Remaja di Salatiga
Other Titles: Cyberbullying and Self-Acceptance at Teenagers in Salatiga
Authors: Apituley, Nedelsia Novaria
Keywords: cyberbullying;penerimaan diri;remaja
Issue Date: 10-Dec-2024
Abstract: Cyberbullying merupakan bentuk intimidasi yang pelaku lakukan untuk melecehkan korban, melalui media sosial dengan cara mengirimkan pesan kejam, foto maupun video yang dapat mempermalukan korban kepada orang lain yang melihatnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana upaya remaja dapat menerima dirinya setelah mendapat perlakuan cyberbullying melalui media sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. dilakukan melalui mini survei untuk mengumpulkan data partisipan dan dipilih sesuai dengan karakteristik yang tepat dengan penelitian ini. Peneliti menggunakan teknik wawancara dan observasi untuk teknik pengambilan data. Penelitian ini menggunakan analisis tematik guna untuk menemukan keterkaitan pola-pola dalam kasus cyberbullying. Sejumlah tiga partisipan dari salah satu SMP dan satu siswa dari salah satu SMA yang berada di Salatiga menjadi partisipan penelitian ini. Keempat partisipan pernah menjadi korban cyberbullying di media sosial, seperti Whatsapp, Instagram, Facebook, bahkan lewat aplikasi game online. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa partisipan mengalami gangguan dalam bersosialisasi akibat cyberbullying sehingga berpengaruh pada emosional yang menyebabkan tekanan dan stress. Namun, partisipan memiliki upaya dalam mengatasi masalah dengan melakukan hobi dan aktivitas yang mereka sukai. Kesimpulan: Partisipan mengatasi perasaan tertekan dan stress akibat bullying dengan melakukan aktivitas yang disukai serta berusaha mengenal dan menerima kelebihan maupun kekurangan pada diri sendiri.
Cyberbullying is a form of intimidation that the perpetrator does to harass the victim, through social media by sending cruel messages, photos or videos that can embarrass the victim to others who see them. The purpose of this study was to find out how teenagers can accept themselves after being cyberbullied through social media. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. conducted through a mini survey to collect participant data and selected according to the characteristics that are right for this study. Researchers used interview and observation techniques for data collection techniques. This study uses thematic analysis to find the relationship between patterns in cyberbullying cases. Three participants from one of the junior high schools and one student from one of the high schools in Salatiga became participants in this study. The four participants had been victims of cyberbullying on social media, such as Whatsapp, Instagram, Facebook, and even through online game applications. The results of this study showed that participants experienced disturbances in socializing due to cyberbullying so that it affected emotions that caused pressure and stress. However, participants have made efforts to overcome problems by doing hobbies and activities that they like. Conclusion: Participants overcome feelings of pressure and stress due to bullying by doing activities they enjoy and trying to recognize and accept their own strengths and weaknesses.
URI: https://repository.uksw.edu//handle/123456789/35998
Appears in Collections:T1 - Nursing

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T1_462019083_Judul.pdf1.28 MBAdobe PDFView/Open
T1_462019083_Isi.pdf
  Until 9999-01-01
501.43 kBAdobe PDFView/Open
T1_462019083_Daftar Pustaka.pdf559.12 kBAdobe PDFView/Open
T1_462019083_Lampiran.pdf
  Until 9999-01-01
3.98 MBAdobe PDFView/Open
T1_462019083_Formulir Pernyataan Persetujuan Penyerahan Lisensi Dan Pilihan Embargo.pdf
  Until 9999-01-01
1.12 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.