DSpace logo

Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/4058
Title: Resistensi Agama dan Budaya Masyarakat
Authors: Samiyono, David
Keywords: Bali;pluralisme;harmoni;budaya;Ajeg Bali
Issue Date: Nov-2013
Publisher: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat IAIN Walisongo Semarang
Abstract: Interaksi antar etnis, agama dan budaya bukanlah barang langka di Bali. Sejak semula hal tersebut sudah ada, ketika pulau ini menjadi locus perdagangan hasil bumi. Sebab sesungguhnya kebudayaan Bali menjujung tinggi nilai-nilai keseimbangan dan harmonisasi antar manusia dengan Tuhan (perhyangan), dengan sesama (pawongan) dan dengan lingkungan (palemahan), konsep ini disebut Tri hita karana. Kebudayaan Bali juga memiliki identitas yang jelas yaitu budaya ekspresif yang termanestasi secara konfiguratif dalam nilai-nilai: religius, estetika, solidaritas dan harmoni. Saat ini Bali mengalami perubahan yang cukup signifikan, penyebab perubahan tersebut antara lain di bidang eknomi dan periwisata. Bali kini berubah menjadi budaya yang berorientasi pada jasa, kaitannya dengan industri pariwisata. Begitu juga sikap orang Bali yang dahulu ramah dan harmoni, kini sekarang tidak lagi. Hal ini dipicu terjadinya bom yang meledak pada tanggal Oktober 2002 dan 2005. Masyarakat Bali saat ini lebih berhati-hati terhadap para pendatang. Berbagai kebijakan dilakukan dalam usaha membatasi pendatang yang akan merampas tanah mereka. Itukah harga toleransi yang harus dibayar? Benarkah kata Ketua FKUB Bali IB Wiyana, “toleransi merupakan kekalahan yang tertunda” bagi orang Bali? Ajeg Bali merupakan kearifan lokal – agama dan budaya - masyarakat Bali dalam rangka menanggulangi pengaruh luar yang mengakibatkan perubahan di berbagai bidang sehingga identitas kebalian mengalami degredasi. Ini merupakan ancaman baik di bidang sosial, keagamaan dan ekonomi masyarakat Bali. Pada sisi lain Ajeg Bali merupakan bentuk resistensi masyarakat Bali dalam rangka membatasi pendatang dari luar Bali. Kajian ini berusaha untuk menjawab pertanyaan “apakah Ajeg Bali, sebuah kearifan lokal masyarakat Bali dapat membendung pengaruh budaya, agama, budaya dan ekonomi masyarakat Bali?”
Description: Walisongo : Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan. Vol. 21, no. 2 November 2013, p. 251-270 Url :http://journal.walisongo.ac.id/index.php/wali/article/view/103
URI: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/4058
ISSN: 0852-7172
Appears in Collections:Published Research Reports

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
ART_D Samiyono_Resistensi Agama_abstract.pdfAbstract581.99 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.