Please use this identifier to cite or link to this item: https://repository.uksw.edu//handle/123456789/4330
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorSlameto-
dc.date.accessioned2014-06-19T08:00:23Z-
dc.date.available2014-06-19T08:00:23Z-
dc.date.issued2012-06-
dc.identifier.issn0854-5995-
dc.identifier.urihttp://repository.uksw.edu/handle/123456789/4330-
dc.descriptionSatya Widya : Jurnal Penelitian Pengembangan Kependidikan. Vol.28, no.1, Juni 2012 : p.1-12id
dc.description.abstractMonitoring dan evaluasi (monev) ini dilakukan untuk mengidentiikasi kesenjangan implementasi dan hasil Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dengan mendasarkan hasil pengisian kuestioner dan Focus Group Discustion (FGP) dengan 24 orang stake-holder. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilaksanakan diperoleh bahwa implementasi Program BOS di Salatiga ternyata terdapat kesenjangan yang bervariasi: tinggi, sedang dan rendah baik menyangkut proses implementasi maupun hasil program. Sesuai tujuan, ternyata dana BOS digunakan untuk mensubsidi seluruh siswa, mengurangi iuran yang dibebankan kepada orang tua siswa terutama yang miskin, diarahkan untuk membebaskan biaya pendidikan bagi siswa tidak mampu dengan tetap memperoleh layanan pendidikan yang lebih bermutu. Sesuai tujuan, hasil program BOS mencakup: BOS dapat menjadi akses untuk pengendalian pengelolaan dana pendidikan untuk menjamin penggunaan sumber daya finansial berlaku secara efisien, efektif, dan produktif; BOS memberi peluang bagi sekolah untuk membelanjakan pada kegiatan-kegiatan (baru) yang sebelumnya tidak terpenuhi dari sumber iuran bulanan. Terdapat kesenjangan yang tinggi dalam implementasi BOS, sehingga: ada keraguan apakah sekolah tetap dapat mempertahankan mutu pelayanan pendidikan apalagi harus menyelenggarakan sekolah gratis; apakah BOS digunakan secara transparan, dan para guru dilibatkan; dengan BOS yang diterima, sekolah belum dapat membebaskan seluruh biaya sekolah (hanya dapat membebaskan 40-70 persen dari biaya sekolah), sehingga masih harus melakukan penggalian dana dari sumber lain; terdapat sejumlah kebutuhan program sekolah yang strategis tetapi tidak dapat dibeayai oleh BOS; Dana BOS belum mampu mewujudkan sekolah gratis. Terdapat berbagai faktor, baik faktor internal sekolah maupun faktor eksternal; yang perlu mendapat perhatian dalam menentukan tindak lanjut, yaitu perlunya memodiikasi program terutama pada aras implementasi level sekolah dengan dukungan supra struktur birokrasinyaid
dc.language.isoidid
dc.publisherFKIP Universitas Kristen Satya Wacana Salatigaid
dc.subjectbantuan operasional sekolahid
dc.subjectmonitoring dan evaluasi programid
dc.subjectanalisis kesenjanganid
dc.titleMonitoring dan Evaluasi Program Bantuan Operasional Sekolah di Kota Salatiga dengan Menggunakan Analisis Kesenjangan Tahun 2011/2012id
dc.typeArticleid
Appears in Collections:Satya Widya 2012 Vol. 28 No. 1 Juni

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
ART_Slameto_Monitoring dan Evaluasi_abstract.pdfAbstract722.04 kBAdobe PDFView/Open
ART_Slameto_Monitoring dan Evaluasi_Full text.pdfFull text459.95 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.