DSpace logo

Please use this identifier to cite or link to this item: https://repository.uksw.edu/handle/123456789/6830
Title: Cokong-cokong Ditinjau dari Perspektif Identitas Sosial
Authors: Ginting, Selvia Debora Br
Issue Date: 2013
Publisher: Program Studi Teologi FTEO-UKSW
Abstract: Masyarakat Karo adalah masyarakat yang hidup dalam kebersamaan dan ikatan kekeluargaan yang erat. Hal ini telah menjadi budaya yang tetap dijaga sampai saat ini. Rasa kebersamaan dan kekeluargaan semakin nyata terlihat dalam kebudayaan (Local Wisdom) mereka, salah satunya adalah budaya pemberian cokong-cokong dalam tarian adat. Cokong-cokongsendiri diyakini sebagai suatu upaya pemberian harta (modal) dari para tamu kepada penari dan penyanyi. Pada kenyataannya, cokong-cokong sendiri mengalami dualisme pengertian dari masyarakat Karo saat ini. Salah satu penyebab terjadinya dualisme pemikiran ini adalah keterbatasan ekonomi. Membuat pemahaman masyarakat kepada budaya cokong-cokong ini tidak lagi dibudidayakan. Pemahaman masyarakat yang berganda itu memunculkan perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat. Ini merupakan perubahan pada fase kedudukannya yang berganti ketika proses pemberian cokong-cokong berganti posisi. Proses itulah yang menimbulkan perubahan pada budaya tersebut. Dimana, Perubahan sosial adalah perubahan dalam hubungan interaksi antar orang, organisasi atau komunitas, dapat menyangkut “struktur sosial” atau “pola nilai dan norma” serta “pran”. Dengan demikina, istilah yang lebih lengkap mestinya adalah “perubahan sosial-kebudayaan” karena memang antara manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat dipisahkan dengan kebudayaan itu sendiri. Cara yang paling sederhana untuk mengerti perubahan sosial (masyarakat) dan kebudayaan itu, adalah dengan membuat rekapitulasi dari semua perubahan yang terjadi di dalam masyarakat itu sendiri, bahkan jika ingin mendapatkan gambaran yang lebih jelas lagi mengenai perubahan mayarakat dan kebudayaan itu, maka suatu hal yang paling baik dilakukan adalah mencoba mengungkap semua kejadian yang sedang berlangsung di tengah-tengah masyarakat itu sendiri. Kenyataan mengenai perubahan-perubahan dalam masyarakat dapat dianalisa dari berbagai segi diantaranya: ke “arah” mana perubahan dalam masyarakat itu “bergerak” (direction of change), yang jelas adalah bahwa perubahan itu bergerak meninggalkan faktor yang diubah. Akan tetapi setelah meninggalkan faktor itu mungkin perubahan itu bergerak kepada sesuatu bentuk yang baru sama sekali, akan tetapi boleh pula bergerak kepada suatu bentuk yang sudah ada di dalam waktu yang lampau.
URI: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/6830
Appears in Collections:T1 - Theology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T1_712006049_BAB I.pdfBab I465.65 kBAdobe PDFView/Open
T1_712006049_BAB II.pdfBab II765.85 kBAdobe PDFView/Open
T1_712006049_BAB III.pdfBab III520.94 kBAdobe PDFView/Open
T1_712006049_BAB IV.pdfBab IV450.63 kBAdobe PDFView/Open
T1_712006049_BAB V.pdfBab V293.5 kBAdobe PDFView/Open
T1_712006049_Daftar Pustaka.pdfDaftar Pustaka78.56 kBAdobe PDFView/Open
T1_712006049_Judul.pdfHalaman Judul241.65 kBAdobe PDFView/Open
T1_712006049_Lampiran.pdfLampiran674.63 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.