Please use this identifier to cite or link to this item: https://repository.uksw.edu//handle/123456789/7029
Title: Dampak Perkawinan Usia Dini Terhadap Kondisi Sosio-ekonomi Keluarga di Kota Salatiga Jawa Tengah
Authors: Purnomo, Daru
Herwandito, Seto
Keywords: pernikahan usia dini;dampak social-psychologis;dampak ekonomi;faktor-faktor nikah muda
Issue Date: 2013
Publisher: Biro Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyrakat Universitas Kristen Satya Wacana dengan Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Jawa Tengah
Abstract: Perkawinan usia dini atau perkawinan dini banyak sekali terjadi di wilayah-wilayah di Jawa tengah. Tidak ter-eksposenya perkawinan dini dikarenakan hal tersebut masih dianggap sebagai hal yang tabu untuk dibicarakan atau bahkan merupakan aib yang harus ditanggung. Kota Salatiga yang dikenal dengan sebutan sebagai titik JOGLOSEMAR (Jogja, Solo dan Semarang) merupakan kota kecil yang menjadi area bertemunya 3 kota besar, dimana banyak anak muda yang mengenyam pendidikan di kota ini. Kerawanan yang timbul adalah banyaknya pernikahan usia dini khususnya dikalangan remaja dan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan antara lain untuk menjelaskan factor-faktor penyebab terjadinya perkawinan usia muda di Kota Salatiga dan mengetahui dampak perkawinan usia muda terhadap kondisi sosio ekonomi keluarga di Kota Salatiga. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian diskriptif dengan unit amatan adalah para pihak yang terkait dengan permasalahan penelitian, dengan key informan meliputi: keluarga atau individu yang melakukan perkawinan usia dini, orang tua dari individu yang melakukan perkawinan usia dini, para pihak terkait dengan kependudukan seperti, Bapermas kota Salatiga, pengurus PKBI, Ikatan Bidan Salatiga. Sedangkan unit analisisnya adalah dampak perkawinan usia muda terhadap kondisi sosio-ekonomi keluarga dan faktor-faktor penyebab terjadinya perkawinan usia muda di Salatiga. Untuk mendukung metodetersebut dilakukan triangulasi data dengan mengabungkan beberapa teknik pengumpulandata seperti wawancara, study dokumen dan observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang pendidikan anak dan orang tua menjadi salah satu variable terhadap ketidak-tahuan hukum structural terkait dengan kebijakan perkawinan dan pentingnya menghindari perkawinan usia dini, minimnya pengetahuan dan pendidikan tentang sexualitas secara benar menjadi variabel penyebab paling besar terjadinya “kecelakaan” sehingga pernikahan dini “terpaksa” dilakukan. Lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat yang semakin permisif (longgar) dikarenakan kesibukan orang tua karena pekerjaan, dan lingkungan pertemanan yang kurang sehat menjadi variable terjadinya hubungan sex pra-nikah dan menjadi factor potensial terjadinya perkawinan usia muda. Sedangkan dampak yang terjadi meliputi dampak social-psychologis, khususnya pihak wanita dan dampak ekonomi menjadi hal paling vital pada semua pasangan.
URI: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/7029
Appears in Collections:Research Reports



Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.