Please use this identifier to cite or link to this item: https://repository.uksw.edu//handle/123456789/8436
Title: Representasi Makna dan Identitas Melalui Cara Berpakaian Hip-Hop Anak-Anak Muda Suku Ambon di UKSW
Authors: Polii, Henri Ishak Parningotan
Keywords: cara berpakaian;representasi makna dan identitas;anak-anak muda suku Ambon;hip-hop;komunikasi artifaktual
Issue Date: 2014
Publisher: Program Studi Komunikasi FISKOM-UKSW
Abstract: Seiring pesatnya perkembangan teknologi maka pesat juga perkembangan dalam dunia informasi tentang budaya moderen seperti halnya budaya pop. Sebagai salah satu budaya pop yang masih bertahan dan berkembang hingga saat ini sejak 1970an, hip-hop tidak hanya memberikan dampak bagi perkembangan musik dunia namun juga memberikan dampak dalam segi mode berpakaian atau fashion tehususnya bagi kaum muda-mudi yang marak akan pencarian identitas. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang representasi makna dan identitas melalui cara berpakaian hip-hop anak-anak muda suku Ambon di UKSW. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui latar belakang atau faktorfaktor apa yang mempengaruhi anak-anak muda suku Ambon di UKSW memilih untuk berpakaian hip-hop. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kulitatif dengan jenis deskriptif untuk menjawab tujuan dari penelitian. Yang menjadi narasumber dalam penelitian ini adalah anak-anak muda suku Ambon di UKSW yang mengikuti budaya pop hip-hop serta berkarya menciptakan musik hip-hop dalam sebuah komunitas hip-hop anak-anak Ambon yaitu The Bounty Crew. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Data hasil penelitian berupa wawancara dengan narasumber yang diperoleh. Hasil yang diperoleh dari penelitian membuktikan bahwa ternyata ada faktor-faktor lain yang membuat anak-anak Ambon gemar menggunakan pakaian hip-hop. yang pertama ada faktor konformitas dari anak-anak muda suku Ambon yang beraliran hip-hop terhadap anak-anak muda suku Ambon yang lain, yang tidak berpakaian hip-hop. Tujuan dari proses konformitas oleh anak-anak muda suku Ambon yang mengikuti aliran hip-hop yang pertama bertujuan untuk menyatakan diri bahwa mereka adalah pengikut aliran hip-hop dan menunjukkan bagaimana itu hip-hop lewat cara berpakaian mereka kepada masyarakat secara luas dapat disebut juga komunikasi artifaktual dalam pengertian Malcolm Barnard, hasil selanjutnya membuktikan adanya ekpresi individu untuk menyatakan diri dan menciptakan status sosial yang berbeda diantara masyarakat. Dari hasil penelitian kemudian dapat ditarik kesimpulan bahwa ternyata cara berpakaian hip-hop anak-anak muda suku Ambon di UKSW merupakan hasil dari proses globalisasi budaya pop masyarakat Afro-Amerika atau hip-hop, yang secara tidak sengaja diadaptasi oleh anak-anak muda suku Ambon di UKSW dan digunakan sebagai media pesan untuk menyatakan diri atau eksistensi serta eklusifitas, juga menciptakan tanda sebagai pembeda dari masyarakat non-Ambon.
URI: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/8436
Appears in Collections:T1 - Communication

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T1_362008066_BAB I.pdfBAB I402.96 kBAdobe PDFView/Open
T1_362008066_BAB II.pdfBAB II452.61 kBAdobe PDFView/Open
T1_362008066_BAB III.pdfBAB III320.75 kBAdobe PDFView/Open
T1_362008066_BAB IV.pdfBAB IV1.79 MBAdobe PDFView/Open
T1_362008066_BAB V.pdfBAB V142 kBAdobe PDFView/Open
T1_362008066_Daftar Pustaka.pdfDaftar Pustaka94.79 kBAdobe PDFView/Open
T1_362008066_Judul.pdfHalaman Judul1.27 MBAdobe PDFView/Open
T1_362008066_Lampiran.pdfLampiran2.1 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.