Please use this identifier to cite or link to this item: https://repository.uksw.edu//handle/123456789/8974
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorHapsari, Rahma Dianid
dc.contributor.authorPrakoso, Imamid
dc.date.accessioned2016-11-28T07:14:47Z-
dc.date.available2016-11-28T07:14:47Z-
dc.date.issued2016-08-
dc.identifier.issn19796471-
dc.identifier.urihttp://ejournal.uksw.edu/jeb/article/view/554id
dc.descriptionJurnal Ekonomi dan Bisnis. Volume XIX No. 2, Agustus 2016, p. 211-224id
dc.description.abstractThis research examines the impact whether foreign direct investment (PMA) can significantly influence the gross domestic regional product ( PDRB ) and how moderation variable of Unemployment Rate (TPT) and Human Development Index (IPM) also influence to Indonesian provinces as the research objects of this study. The data was taken from 2004-2013 (10 years). By using General Methods of Moments (GMM), this research shows PMA does not have any impact on economic growth. On the other hand, domestic direct investment (PMDN) is able to increase economic growth. This implies that PMA only funded the needs to less strategic investment sector. To boost up evenly the provincial economic growth, government should increase the incentive on investment to attract foreign investors to invest on less strategic sectors, and create incentive for domestic investors to maintain the business. Another conclusion is Indonesian workers are not developed due to the presence of PMA, and it indicates that there is no transfer of technology. Government needs to maintain PMDN and attract investors to invest in other sectors that are still not efficiently managed by PMDNen_US
dc.description.abstractPenelitian ini menguji dampak Penanaman Modal Asing (PMA) terhadap Pendapatan Daerah Regional Bruto (PDRB) dan bagaimanakah pengaruh hubungan moderasi yang lain Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dan Indeks Pembangunan Manusia(IPM) dengan menggunakan provinsi-provinsi di Indonesia sebagai objek penelitian dari tahun 2004-2013 (10 tahun). Dengan menggunakan General Methods of Moments (GMM), penelitian ini membuktikan bahwa PMA tidak mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya, penanaman modal dalam negeri (PMDN) mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Hal ini dikarenakan PMA hanya mengisi kebutuhan dana atas sektor yang kurang strategis. Untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian provinsi secara merata pemerintah perlu meningkatkan insentif investasi untuk menarik investor asing berinvestasi pada sektor yang kurang strategis dengan mengupayakan insentif lain bagi investor dalam negeri untuk mempertahankan usahanya. Kesimpulan lainnya adalah pekerja di Indonesia tidak berkembang dengan adanya PMA, artinya tidak terjadi transfer teknologi. Pemerintah perlu mempertahankan PMDN dan menarik investor untuk berinvestasi dalam sektor yang masih belum efisien dikelola oleh PMDN.id
dc.language.isoiden_US
dc.publisherFakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacanaid
dc.source.urihttp://ejournal.uksw.edu/jeb/article/view/554-
dc.subjecteconomic growth in provinceen_US
dc.subjectforeign direct investmenten_US
dc.subjectstrategic investmenten_US
dc.subjectpertumbuhan ekonomi provinsiid
dc.subjectpenanaman modal asingid
dc.subjectinvestasi strategisid
dc.titlePenanaman Modal dan Pertumbuhan Ekonomi Tingkat Provinsi di Indonesiaid
dc.typeArticleen_US
Appears in Collections:Jurnal Ekonomi dan Bisnis 2016 Vol. XIX No. 2 Agustus

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
ART_Rahma DH, Imam P_Penanaman Modal_abstract.pdfAbstract25.65 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.