DSpace logo

Please use this identifier to cite or link to this item: https://repository.uksw.edu/handle/123456789/8979
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorKusumiati, Ratriana Y. E.id
dc.contributor.advisorAmbarwati, Krismi Diahid
dc.contributor.authorNanie, Tirza Febe Damaid
dc.date.accessioned2016-11-28T07:32:54Z-
dc.date.available2016-11-28T07:32:54Z-
dc.date.issued2015-
dc.identifier.other802009118-
dc.identifier.other16022283-
dc.identifier.urihttp://repository.uksw.edu/handle/123456789/8979-
dc.description.abstractSeseorang yang memiliki tingkat resiliensi yang tinggi akan berhasil menyesuaikan diri saat berhadapan dengan kondisi-kondisi yang tidak menyenangkan, perkembangan sosial, akademis, dan bahkan dengan tekanan hebat yang melekat dalam dunia sekalipun. Salah satu faktor yang memengaruhi resiliensi seseorang adalah keluarga, secara khusus hubungan yang dekat dan aman terhadap significant other atau yang biasa disebut dengan attachment. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan yang ada antara attachment terhadap orang tua dengan resiliensi pada mahasiswa tahun pertama Fakultas Psikologi UKSW yang berasal dari luar Pulau Jawa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif korelasi dengan partisipan sebanyak 46 mahasiswa. Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini mengacu pada Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA) yang disusun oleh Armsden and Greenberg (2009) untuk mengukur attachment terhadap orang tua, serta Resilince Factor Inventory (RFI) yang disusun oleh Reivich dan Shatte (2002) untuk mengukur resiliensi. Korelasi antara attachment dan resiliensi menggunakan penghitungan Pearson’s Product moment. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa terdapat hubungan yang positif signifikan antara attachment dan resiliensi dengan koefisien korelasi sebesar 0,390 dengan sig sebesar 0,004 (p < 0,05).id
dc.description.abstractSomeone who has high level of resilience will succeed acclimatize when it comes to the unpleasant conditions, social development, academic, and even by great pressure inherent in the world. One factor that affect someone resilience is a family, specificall y closed and secure relations to significant other or commonly called by attachment. This study aims to know the relation between attachment to parent with resiliency on a freshman the Faculty of Psychology UKSW derived from outside Java. The research method used is a quantitative method correlation with the number of 46 participants. Samples were taken by purposive sampling technique. A measuring instrument used in this research referring to pada Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA) drawn up by Armsden and Greenberg ( 2009 ) for measuring attachment to parent, and Resilience Factor Inventory (RFI) drawn up by Reivich dan Shatte (2002) for measuring resiliency The correlation between attachment and resilience are measured using Pearson's Product Moment calculations. The results of this study found that there is a significant positive relationship between attachment and resilience with acorrelation coefficient 0,390 and significance 0,004 (p < 0.05).en_US
dc.language.isoidid
dc.publisherProgram Studi Psikologi FPSI-UKSWid
dc.subjectattachmentid
dc.subjectresiliensiid
dc.subjectmahasiswa tingkat pertamaid
dc.titleHubungan antara Attachment terhadap Orangtua dengan Resiliensi pada Mahasiswa Tahun Pertama Angkatan 2013 Fakultas Psikologi UKSW yang Berasal dari Luar Pulau Jawaid
dc.typeThesisen_US
Appears in Collections:T1 - Psychology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
T1_802009118_Abstract.pdfAbstract213.25 kBAdobe PDFView/Open
T1_802009118_Full text.pdfFull text2.44 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.